Berita 86


TEKUN MENYADAP GETAH POHON PINUS

Posted: 19 May 2011 02:38 AM PDT



Ribuan pohon pinus di kawasan hutan tompobulu kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan tak hanya menyumbang kesejukan alam bagi warganya. Tapi getah yang diteteskan pohon tersebut telah merubah ekonomi warga sekitar, dalam tiga tahun terakhir, sejak terbuka akses pasar ekspor komoditas tersebut.

Di saat sebagian besar kaum pria ditempat ini mencari nafkah dengan berkebun dan membajak sawah, kaum perempuan terutama ibu-ibu di kawasan hutan pinus sibuk menyadap getah pinus yang terbukti telah memberikan nilai ekonomis yang cukup lumayan.

Ibu-ibu ini setiap harinya mengitari kawasan hutan pinus untuk menyadap getahnya. Saat menemukan pohon pinus yang sudah layak sadap, mereka dengan cekatannya mengarahkan alat sadapnya di batang-batang pohon pinus .

Menurut para ibu-ibu, aktivitas menyadap getah pinus ini adalah pekerjaan yang menantang. Meski demikian, pekerjaan ini, sangat membantu menghidupi kebutuhan keluarganya .

Setiap menjual getah hasil sadapannya, mereka bisa mendapatkan penghasilan antara 100 hingga 150 Ribu Rupiah perharinya. Bagi para penyadap getah, pendapatan sebesar itu cukup lumayan untuk membantu perekonomian keluarga.

Di kawasan hutan pinus tompobulu ini, sedikitnya terdapat 100 kepala keluarga yang menggantungkan hidupnya dari menyadap getah pinus.

Aktivitas penyadapan getah pinus didaerah ini mulai di lakukan warga setempat, sejak Pemerintah Kabupaten Sinjai memberikan kesempatan kepada penduduk didesa ini, mencari penghidupan tambahan selain dari pekerjaan berkebun dan membajak sawah .

Pemerintah setempat menyiapkan lahan hutan pinus sebanyak 300 hektar untuk digarap oleh warga. Hasilnya pun sudah dirasakan oleh warga setempat. Bahkan roda perekonomian didaerah ini terus bergerak.

Selain sebagai objek wisata alam, dikawasan hutan pinus inipun mulai bermunculan para pedagang musiman setiap musim penyadapan getah pinus tiba.

Salah satu perusahaan swasta di Sinjai bekerjasama dengan petani, memasarkan getah pinus tersebut keluar negeri, khususnya Portugal. Getah digunakan sebagai bahan campuran pembuatan cat, lem, pelapis kertas, flitur, bahan ebonit, bahan pengawet makanan, bahan baku pembersih lantai, bahan campuran lipstik, semir sepatu, sabun, pelapis coklat dan sebagainya.


MENAPAK SUKSES MELALUI DRESS PAINTING

Posted: 19 May 2011 02:31 AM PDT



Berawal dari sekedar hobi, Indah Nur Qoriah, seorang pelukis baju (dress painting) di kawasan Asri Katon, Pakis, Malang, Jawa Timur, kini mampu menjadi seorang wirausahawan sukses.

Sembilan tahun lalu, usaha jahit yang dijalankan suaminya bangkrut. Berbekal kegemaran menjahit, Indah mulai menggantikan peran sang suami untuk mencari nafkah.

Pekerjaan yang ditekuninya, perlahan mulai membuahkan hasil. Usaha jahitannya berkembang, lalu muncul ide melukis di atas kain termasuk aneka busana dengan lukisan tangan dan sulaman cantik dan unik.

Karya baju lukis ini pun, mendapat sambutan positif para pelanggannya, hingga pesanan terus berdatangan dari berbagai daerah. Dampaknya, tak hanya ekonomi keluarga yang terselamatkan, namun sang suami ikut terlibat lagi dalam mengembangkan usaha ini.

Seiring berkembang usahanya, sebanyak 30 remaja putri, yang sebagian besar tidak sanggup melanjutkan sekolah, kini bekerja di membantu Nur Indah. Perlahan, karya-karya Indah kini semakin diburu butik-butik dari kota-kota besar. Bahkan mulai dari harga termurah, yakni 50 Ribu Rupiah hingga Jutaan Rupiah omset perbulan, mampu diserap habis.

Murah dan mahalnya produk buatan tangan ini, tergantung dari bahan kain untuk melukis cat tekstil dan tingkat kesulitan motif lukisannya.

Untuk menghasilkan produk lukisan yang berkualitas, perajin Indah Nur, menggunakan pewarna spesial yakni polystrek dan katalis, untuk penguat warna. Karena itu, meskipun lukisannya dibuat secara timbul dan mirip hasil bordiran, tetapi warnanya tidak mudah pudar.

Beragam corak dan motif kreasi baju lukis kini merambah pada mukena dan beragam jenis tas lukis. Sebagian besar, adalah pesanan pabrik skala besar, dengan permintaan produksi rata-rata seribu buah per bulan.

Jumlah produksi ini, belum termasuk pesanan baju lukis ekslusif yang hingga kini seperti tak berhenti mengalir. Tak heran, jika omzet penjualan baju lukis ini, mencapai puluhan juta rupiah per bulan.

Sebuah pencapaian yang pantas diteladani. Dari keterpurukan ekonomi dan tak berhenti berkreasi, mampu menghasilkan karya berbuah kesuksesan.


 
Top