Berita 86


3 APLIKASI UNTUK MENG-HACK TAMPILAN PROFIL FACEBOOK

Posted: 20 May 2011 04:09 AM PDT



Jika Anda ingin meng-hacks gambar profil di Facebook dengan keren, Anda bisa menggunakan tiga cara yang berbeda ke profil Facebook Anda. Bahkan, beberapa fitur di dalamnya mampu mengambil foto profil langsung dari Webcam.

1. Profile Maker
Profil Maker adalah Anda bisa langsung menggunakan fasilitas ini tanpa harus meninggalkan Facebook, karena editingnya langsung di lakukan di Facebook..

Caranya, kunjungi http://apps.facebook.com/profile-maker/, lalu tekan tombol Izinkan. Setelah itu, anda bisa membuat foto profile Anda dengan memainkan tombol-tombol yang tersedia. Bahkan, Anda bisa memanipulasi tampilan foto dengan cukup elegan.

2. Pic Scatter
Pic Scatter adalah fitur yang hampir mirip dengan Profil Maker. Fitur ini dapat membuat gaya profil baru untuk Facebook Anda. Bahkan, bisa Anda lakukan setiap saat.

Perbedaan antara aplikasi ini dengan Profil Maker adalah pada penempatan foto yang memberikan Anda pilihan untuk mengirim foto profil yang Anda buat untuk dinding teman atau dinding halamannya.

3. Facebook Banner
FBanners adalah situs Web yang memiliki ratusan desain unik yang dapat Anda gunakan untuk menyesuaikan gambar profil di samping profil utama. Karena berbagai gaya telah di sediakan dalam situs ini, Anda harus dapat menemukan satu yang sesuai selera Anda. Di jamin Anda akan bingung memilih tampilan karena banyaknya tawaran dari situs ini.


KOPI CACING, ALTERNATIF OBAT PENYAKIT DALAM

Posted: 19 May 2011 08:52 PM PDT



Di Lamongan Jawa Timur, sebuah warung kopi menyuguhkan minuman kopi dengan campuran cacing tanah. Di percaya, kopi cacing dapat menyembuhkan berbagai penyakit dalam. Kopi cacing ini dapat di nikmati semua kalangan, baik anak-anak maupun orang tua.

Cacing tanah bagi sebagian orang merupakan hewan yang menjijikkan karena bentuk dan hidupnya di tempat yang kotor.

Siapa sangka, di sebuah warung sederhana milik pak Brewok di Jalan Pahlawan Kelurahan Tumenggungan Kota Lamongan, cacing tanah di suguhkan dalam bentuk minuman kopi cacing. Kopi cacing di percaya dapat menyembuhkan penyakit dalam.

Pak Brewok yang memiliki nama asli Kamari ini, telah bergelut dengan kopi cacing sejak empat tahun lalu.

Pengolahan cacing cukup di goreng. Sebelumnya, cacing di peroleh pak Brewok disekitar pakarangan rumahnya. Cacing yang masih bercampur tanah di bersihkan dengan air. Tak perlu waktu lama, cacing kemudian di goreng tanpa bumbu. Usai di goreng hingga gosong, cacing kemudian di haluskan dengan sendok, cukup di atas cobek kecil.

Untuk lebih istimewa dan menghilangkan rasa amis, kopi cacing di suguhkan bercampur dengan jahe dan susu. Satu sendok kecil serbuk cacing cukup untuk satu gelas kecil kopi cacing. Kopi cacing pun siap di hidangkan.

Menurut Kamari, kopi cacing di percaya menyembuhkan penaykit dalam seperti sakit panas, mag, liver, tipus dan penyakit dalam lainnya. Kopi cacing dapat di numum semua kalangan, baik anak anak maupun orang tua.

Toni salah satu pelanggan tetap kopi cacing mengaku telah mengkonsumsi kopi cacing cukup lama. Terbukti kopi cacing dapat menyembuhkan peyakit dalam, seperti penyakit tipus yang di alaminya.

Meski belum ada penjelasan medis mengenai khasiat cacing ini, pak Brewok beserta pelanggannya optimis, bahwa kopi cacingnya mampu menjadi alternatif bagi para penderita penyakit liver, tipes dan penyakit lainnya. Terbukti, pelanggan semakin banyak dan belum ada yang komplain dengan resep kopi cacingnya.(86)


FAKTA ARKEOLOGIS LAMONGAN IBU KOTA KERAJAAN AIRLANGGA

Posted: 19 May 2011 05:59 PM PDT



Sejumlah fakta arkeologis yang bisa membuktikan Lamongan sebagai salah satu ibu kota Kerajaan Airlangga (Kahuripan) kemarin dipaparkan beberapa akademisi pengetahuan budaya dan LSM di Ruang Sabha Dyaksa Lamongan. Meski demikian masih terdapat sejumlah ketidaksepakatan detail fakta dari paparan mereka.

Hasil pemetaan dan penelusuran jejak situs dan prasasti Airlangga di Lamongan tersebut dibuka Bupati Fadeli. Hadir sebagai pemateri adalah Agus Aris Munandar dan Ninie Susanti, keduanya dari Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Juga Ketua Lembaga Studi dan Advokasi untuk Pembaruan Sosial (LSAPS) Supriyo.

Supriyo dalam kesimpulannya menyampaikan banyak jejak arkeologi berupa prasasti tersebar di Lamongan. Sehingga Lamongan berpotensi untuk menjadi rujukan utama penggalian sejarah Kerajaan Airlangga. "Kemungkinan besar mampu membuktikan sebagai salah satu ibu kota Kerajaan Airlangga. Itu berdasarkan fakta arkeologis yang ada. Yakni Prasasti Pamwatan tahun 1042 masehi dan Prasasti Terep tahun 1032 masehi, " ungkap dia.

Disebutkan olehnya, dari hasil penelusuran LSAPS di lapangan, terdapat 30 prasasti di Lamongan. Banyak prasasti itu sekarang hilang. Diantaranya Prasasti Pamwatan, Garung dan Prasasti Candisari. Ditambah lagi sebagian besar prasasti yang ada dalam kondisi memprihatinkan. "Sehingga Pemda diharapkan pro aktif melakukan perlindungan benda cagar budaya sebelum sejarah besar Lamongan lenyap tinggal cerita, " katanya.

Lebih lanjut, Agus dan Ninie sepakat bahwa Lamongan adalah lokasi salah satu ibu kota Kerajaan Airlangga. Sejumlah fakta memang menunjukkan Keraton Airlangga berpindah-pindah karena diperkirakan kondisi politiknya yang belum stabil. Sampai saat ini, Keraton Airlangga baik di Wwatan Mas, Kahuripan dan Dahanapura belum dapat diketahui lokasinya secara pasti.

Agus cenderung sepakat dengan asumsi bahwa keraton pertama Airlangga, yaitu Wwatan Mas terdapat di wilayah Lamongan. Sementara keratin terakhirnya, Dahanapura disamakan dengan Daha, ibu kota wilayah Panjalu (saat ini Kediri). "Fakta yang ada tipis untuk menunjukkan bahwa Wwatan Mas berlokasi di utara Gunung Penanggungan. Justru dari Prasasti Wotan yang ada di Dusun Wotan/Lamongan, kemungkinan besar Wwatan Mas Airlangga berada di Lamongan. Banyak laporan yang menyebutkan serinngkali ditemukan artefak emas, arca, kertas emas tipis dan perhiasan di sekitar Dusun Wotan, " ungkap dia.

Sementara Ninie justru menyebutkan konsentrasi temuan prasasti setelah 964 saka (Prasasti Pamwatan) yang isinya menyiratkan keraton baru Airlangga, Dahana Pura, berada di wilayah Kabupaten Lamongan. Yaitu terbanyak ditemukan di wilayah Kecamatan Sambeng dan Ngimbang. Berdasar analisis distribusional prasasti, dia percaya Kerajaan Airlangga mula-mula berada di sekitar Surabaya, kemudian berpindah ke wilayah lebih pedalaman di daerah aliran Sungai Brantas dan Bengawan Solo akibat serangan musuh.

"Sebagian besar prasasti di Lamongan ditemukan dalam kondisi sudah sangat aus, sehingga sebagian prasasti batu yang ada di Lamongan tidak dapat diketahui kronologi waktunya. Namun beradasar analisis paleografi, aksaranya diketahui dari masa pemerintahan Raja Airlangga, " papar dia.

Fakta lain di paparkan Supriyo terkait dengan kelahiran Lamongan. Setelah kemunduran Majapahit yang juga berimbas pada kemunduran Perdikan Biluluk di Lamongan Selatan, wilayah utara Lamongan justru berkembang dengan lahirnya perdikan-perdikan Islam. Seperti Perdikan Sedayu, Drajat dan Sedang Dhuwur.

Perdikan Drajat pada tahun 1475 atau 1553 M dipimpin oleh Sunan Drajat, keturuna Sunan Ampel. Sementara Perdikan Sendang Dhuwur pada tahun 1483/1561 M dipimpin Sunan Sendang atau Raden Rahmat.

Kemudian di periode yang sama, di wilayah tengah, di Tumenggungan yang sekarang masuk wilayah Kota Lamongan berkembang pemerintahan di bawah kendali Rangga Hadi dengan gelar Tumenggung Surajaya tahun 1569-1607 M. Wilayah ini masuk kendali Kasultanan Giri. Pengangkatan Rangga Hadi inilah yang sampai sekarang dijadikan dasar penentuan Hari Jadi Lamongan.


 
Top