Berita 86


JAMBORE WISATA NASIONAL SCOOTER ANTIK

Posted: 29 May 2011 03:37 AM PDT



Meski tergolong motor tua, motor jenis skuter atau vespa dan sebangsanya masih banyak diminati penggemarnya. Mereka memodifikasi Scooter menjadi berbagai bentuk motor yang unik dan menarik. Berbagai model hasil modifikasi tersebut bisa di nikmati dalam Jambore Nasional Sisata Scooter yang di gelar di Gresik Jawa Timur (29/05/2011.)

Untuk kesekian kalinya, Jambore Nasional wisata Scooter di gelar di gresik jawa timur. Berbagai model Scooter hasil modifikasi yang antik, mampu menarik perhatian warga. Apalagi, kegiatan tahunan yang di pusatkan di Kawasan Wisata Tlogo Ngipik Kecamatan Kota Gresik ini di ikuti oleh ratusan Scooter maniak dari seluruh Indonesia.

Ratusan Scooteris mulai dari Sumatra, Jakarta, Bandung, Jogja, hingga Bali menunjukkan motor Scooter hasil modifikasinya di jalan raya. Mulai dari Scooter yang dimodifikasi menjadi motor gede, motor kecil, hingga Scooter yang berbentuk gerobak, semuanya ada di ajang Jambore ini.

Bahkan, sejumlah di sejumlah scooter juga terpampang tulisan berisikan pesan moral seperti "JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN, BUANG DI SINI SAJA", dan lain sebagainya.

Bahkan, kedatangan Scooterist di kota Gresik selama 2 hari ini, mampu menyita perhatian warga setempat. Apalagi, berbagai hasil modifikasi yang kreatif dan nyentrik, jarang di lihat di jalanan kota Gresik.

Meski tergolong sepeda motor tua, motor jenis vespa ini tergolong bandel. Bahkan, sejumlah Scooter mampu di naiki sekitar 8 sampai 10 orang.

Meski motor Scooter ini tidak bisa melaju cepat di jalan, namun mereka memiliki komitmen untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.(86)


MANFAATKAN GENTONG BEKAS MENJADI MINIATUR TAMAN

Posted: 28 May 2011 07:44 PM PDT



Gentong bekas ternyata bisa disulap menjadi karya seni bernilai tinggi. Adalah Erwin Riyanto dan Ubaidillah Fitri, 2 pemuda asal Kelurahan Demaan, Kota Kudus Jawa Tengah yang mampu membuat miniatur taman dalam gentong. Gentong seni tersebut harganya pun bisa mencapai ratusan ribu perbuah.

Di tengah hiruk pikuk kota kudus, sebuah kesibukan kecil di lakukan Ubaidilah Fitri dan Erwin, di rumahnya yang kecil di perkampungan padat kelurahan demaan, kudus, jawa tengah. Dengan tekun, pemuda jebolan madrasah sanawiyah ini menempeli batu-batu ke dinding sebuah gentong.

Gentong yang dipakai ini bukanlah barang mahal yang dibeli di pasar atau toko, melainkan gentong bekas yang retak retak dan sudah dibuang pemiliknya. Ya, melalui sentuhan seni tangan, ubaidillah mampu mengubah gentong tak berharga tersebut menjadi bahan dasar karya seni berupa miniatur taman.

Proses awal pembuatan gentong yakni melubangi dinding gentong dengan ukuran yang diinginkan. Sebelumnya disiapkan beberapa alat dan bahan yang diperlukan seperti batuan phospat, semen dan pasir, serta cat, lem dan ornamen taman.

Proses paling sulit yang membutuhkan kesabaran adalah menempelkan batu alam ke dinding gentong. Dalam proses ini dibutuhkan daya kreatifitas pembuat untuk menciptakan suasana taman di dalam ruang gentong yang kecil.

Untuk menambah kesan asri, dipasang ornamen pepohonan dan lampu hias. Sedangkan untuk membuat air mancur buatan di pasang pompa air atau aerator. Setelah semua ornamen terpasang, tinggal mengisi air dan ikan hias. Kini, jadilah sebuah miniatur taman dalam ruang gentong.

Menurut Erwin , ide awal pembuatan miniatur taman gentong ini muncul ketika dia melihat gentong bekas tak terpakai. Bekerja sama dengan ubaidilah, akhirnya dia berinisiatif membuat karya seni dari benda tak terpakai itu.

Pada saat pertama kali menjual miniatur taman gentong, kedua pemuda ini sempat kesulitan memasarkan karena masih asing di masyarakat. Namun lama kelamaan masyarakat mulai menyukai karya seni mereka.

Sejak dirintis tiga tahun silam, usaha miniatur taman gentong kini berbuah manis. Selain dipasarkan ke sejumlah daerah di tanah air seperti jawa barat, jakarta, dan sumatra, miniatur taman gentong ini diminati pula pembeli dari austria, australia dan amerika serikat.

Soal harga, taman miniatur ini dijual ratusan ribu rupiah. Untuk gentong ukuran kecil harganya hanya dua ratus ribu rupiah. Gentong ukuran sedang, tiga ratus lima puluh ribu rupiah, sedangkan ukuran paling besar harganya lima ratus ribu rupiah.

Dengan tekad baja dan kerja keras, kini Ubaidilah yang pernah menjadi korban phk pabrik mebel dan Erwin yang pengangguran sudah dapat menikmati hasil keringat mereka dari kreasi seni memanfaatkan gentong bekas menjadi miniatur taman.

Nah! Jika anda mempunyai gentong yang sudah bocor atau retak retak di rumah tidak ada salahnya untuk mencoba mengikuti kreasi yang telah dibuat oleh ubaiddilah dan Erwin.


 
Top