Berita 86 |
| Posted: 04 Jun 2011 04:49 AM PDT ![]() Becak, di nilai sering menjadi penyebab kesemrawutan di jalan raya. Untuk itu, kepolisian Gresik Jawa Timur menggelar lomba ketangkasan bagi tukang becak agar paham peraturan lalu lintas (04/06/2011.) Alasan dipilihnya lomba ketangkasan becak ini, karena selama ini, becak menjadi salah transpotasi darat tradisional yang menjadi pangkal kesemrawutan di jalan raya, dan sering di jumpai melanggar peraturan lalu lintas. Ketangkasan abang becak ini meliputi kemampuan mengendalikan becak di tengah hambatan jalan raya, pemahaman berlalu lintas. Disamping difokuskannya ke peratutra lalu lintas, lomba ketangkasan becak yang digelar polres gresik juga dimaksudkan agar tukang becak lebih peduli terhadap sesama pengguna jalan raya. Saat ada kecelakaan lalu lintas di jalan raya misalnya, tukang becak di arahkan menjadi orang pertama yang bisa menolong korban. "Jadi, abang becak ini kita latih menjadi bagian dari penolong korban laka", ujar Kasat Lantas Polres Gresik AKP Satria Permana. Lomba ketangkasan becak yang diikuti 65 peserta di Gelora Tri Dharma Gresik tersebut, menjadi salah satu rangkaian acara dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 65. |
| KERAJINAN TRADISIONAL PISAU KOMANDO Posted: 04 Jun 2011 03:55 AM PDT ![]() Pisau umumnya digunakan untuk memotong sayur atau buah - buahan. Namun di tangan sumarwoto, 65 tahun, warga desa pucang anom kecamatan tamanan kabupaten bondowoso, pisau-pisau tadi disulap menjadi pisau yang memiliki nilai seni karena keunikan pada bentuknya. Usaha pembuatan pisau ini dimulai sejak tahun 1980. Awalnya pria yang akrab dipanggil dengan Pak Sumo ini mendapatkan pesanan dari tetangga sekitarnya yang umumnya memesan alat untuk bertani seperti cangkul dan sabit. Disamping itu, Pak Sumo juga mencoba membuat pisau dengan bentuk yang diciptakannya sendiri sambil mencoba memasarkannya ke masyarakat. Karena ketekunannya menjalani profesi, usaha pandai besi yang di gelutinya, dikenal oleh masyarakat. Umumnya jenis pisau yang di produksi yaitu pisau rambo, king cobra, king brown, jingle king dan juga samurai jepang. Karena proses pembuatan pisaunya masih sangat tradisional, untuk memproduksi satu buah pisau saja, pak sumo membutuhkan waktu lima hari dengan dibantu oleh tiga orang karyawannya. Proses pembuatan pisau diawali dengan proses pembakaran besi selama sepuluh menit, setelah besi itu terlihat memerah, kemudian besi ini dipukul dengan menggunakan alat tumbuk pada saat bara masih terlihat memerah, sampai akhirnya besi yang dipukul ini menjadi bentuk awal dari pisau. Proses selanjutnya adalah menempa, yaitu proses membentuk pisau yang disesuaikan dengan model dan keunikannya, pekerjaan ini tidaklah mudah, karena memerlukan kecekatan dan juga konsentrasi dari pembuatnya. Harga pisau Pak Sumo bervariasi yaitu dari Seratus Ribu Rupiah hingga Lima Ratus Ribu Rupiah. Untuk pisau Samurai, Pak Sumo menjualnya Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah hingga Satu Juta Rupiah. |
| You are subscribed to email updates from Berita 86 To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |

