Berita 86 |
| WISATA ALAM KALIBIRU YANG MASIH PERAWAN Posted: 09 Jun 2011 08:18 PM PDT ![]() Wisata alam Kalibiru, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta, memang belum sepopuler wisata alam Bromo atau wisata alam Kali Urang. Tetapi wisata alam yang sepenuhnya dikelola oleh masyarakat ini, menyimpan eksotisme luar biasa. Selain kondisi alam yang tak tersentuh beton, alias serba alam, juga tidak ada bahan kimia yang beredar di seluruh kawasan wisata berhawa sejuk ini. Bahkan semua bangunan, yang tersedia, semua terbuat dari bambu, kayu, dengan arsitek Jawa kuno. Wisata alam yang indah dan eksotik ini menyajikan pemandangan alam dari ketinggian 450 meter di atas permukaan laut. Sehingga dari titik ini bila cuaca cerah, seluruh wilayah dari gunung merapi, pantai selatan dan wisata Waduk Sermo Kulon Progo, terlihat indah dan jelas. Selain itu, wisata Kalibiru berada di kawasan hutan dengan udara yang sangat sejuk tanpa polusi. Karena itu, sangat cocok untuk kegiatan outbond, wisata trekking, wisata terapi alam, wisata pedesaan dan wisata keluarga. Sebelumnya kawasan ini merupakan daerah hutan lindung yang tidak pernah di jamah oleh warga sekitar sejak 1950 an. Namun maraknya pembalakan liar di tahun 1997 kawasan tersebut menjadi gundul. Warga sekitar pun kemudian melakukan reboasasi, dan sejak lima tahun lalu, mereka mengelola kawasan ini sebagai wisata alam. Di kawasan tersebut di bangun sejumlah cottage sederhana atau bentuk rumah kampung, sehingga para pengunjung bisa menikmati kawasan wisata dengan keluarga 2 hingga 3 hari. Tak hanya itu di gardu pandang sudah di sediakan kegiatan outbond seperti flaying fox, semua pengunjung baik dewasa hingga orang tua bahkan anak-anak pun bisa merasakan asyiknya ber flaying fox, memang permainan ini bisa memacu andrenalin saat meluncur dari atas bergelantungan dengan bantuan tali. Pengunjung banyak yang dari luar seperti Sumatera hingga Kalimantan, kadang turis Mancanegara juga sering masuk kawasan wisata ini. Untuk menjangkau kawasan wisata ini, dari kota wates masih perjalanan kurang lebih 10 kilometer arah utara, karena sulitnya medan dengan jalan yang berkelok-kelok dan naik turun, di harapkan agar Pemerintah terkait bisa membantu meningkatkan sarana dan prasaran yang masih kurang memadai. |
| AKULTURASI BUDAYA BARAT DAN TIMUR DALAM TARIAN DOLALAK Posted: 09 Jun 2011 08:16 PM PDT ![]() Tarian khas kabupaten Purworejo, yaitu tarian dolalak merupakan seni tarian rakyat hasil akulturasi budaya barat dan timur ini. Dan hingga kini, telah menjadi salah satu khas yang dimiliki kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Tarian dolalak memang terbilang unik dan memiliki kekhasan serta daya tarik sendiri, yang boleh jadi tidak ditemukan di seni tari lainnya. Keunikan nya terletak pada gerak dansa dan rampak pada barisan seperti layaknya par serdadu. Selain itu, aksesoris busana yang dikenakan para penarinya bernuansa serdadu Belanda. Mulai dari kostum, asesoris pangkat, rumbai pada baju topi dan kaca mata. Konon, di kabupaten Purworejo yang merupakan awal kemuculan dan perkembangan dolalak. Dahulu banyak terdapat tangsi atau barak serdadu Belanda. Di saat senggang, untuk melepaskan penat dan lelah setelah bertugas di medan tempur. Serdadu Belanda lalu mengisinya dengan bernyanyi dan menari. Kebiasaan itu, kerap disaksikan warga sekitar tempat tangsi itu berdiri. Dari sanalah akhirnya mulailah warga sekitar, mengemas dan mengembangkannya menjadi sebuah kesenian baru. Penamaan dolalak sendiri berasal dari notasi Do-La-La yang mengiringi gerak dansa dalam tarian ini. Dalam perkembangannya, iringan musik tarian dolalak menggunakan instrumen musik jidur, terbang, kecer, dan kendang. Sedang untuk iringan nyanyian menggunakan syair-syair dan pantun berisi tuntunan dan nasehat. Isi syair dan pantun yang diciptakan, campuran dari bahasa jawa dan bahasa indonesia sederhana. Di tengah banyaknya hasil karya anak bangsa yang banyak dijiplak oleh bangsa lain. Tari dolalak merupakan karya seni dari Purworejo patut diacungi jempol. |
| You are subscribed to email updates from Berita 86 To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |

