Berita 86


TELAGA WARNA DANAU EKSOTIK PENUH KEJUTAN

Posted: 26 Jul 2011 04:45 AM PDT



Pegunungan Dieng di Wonosobo Jawa Tengah menyimpan beragam pesona alam. Sebagai sebuah gunung purba, proses vulkanis yang telah berjalan, menghasilkan bentukan alam yang khas. Salah satunya adalah telaga warna yang terletak di ketinggian Dua Ribu Meter dari permukaan laut dan berjarak kurang dari 25 kilometer arah utara kota Wonosobo.

Telaga warna masuk dalam kategori danau vulkanik yang berisi air bercampur belerang. Apabila terkena sinar matahari akan memantulkan sinar warna warni karena kandungan bahan mineralnya terkadang berwarna biru dan kuning ataupun hijau dan kuning keputihan.

Uniknya lagi, warnanya berubah-ubah tergantung cuaca dan jarak pandang. Namun, pantulan warna ini tidak selalu nampak, terutama ketika cuaca redup. Meskipun begitu, pemandangan dan suasana di tempat ini tidak akan pernah Anda temui di tempat lain.

Keanekaragaman hayati di sekeliling danau menambah keindahan obyek wisata yang cukup dikenal hingga ke Mancanegara ini. Hutan tropis di kawasan ini juga penuh warna. Di bagian dalam pepohonan lebih hijau, sementara di tepian danau banyak pepohonan yang batangnya cenderung berwarna kekuningan.

Ada yang karena jenis pohonnya seperti itu. Ada pula yang karena semburan asap belerang membuat pepohonan berwarna kekuningan. Yang pasti, semburat warna tersebut membuat kawasan ini memang penuh pesona.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kehutanan, telah menetapkan kawasan ini sebagai daerah konservasi. Wisatawan yang membawa kamera harus terlebih dulu meminta ijin kepada petugas setempat.

Selain keindahan alamnya, pengelola kawasan wisata juga menambah fasilitas hiburan bagi pengunjung, seperti arena luncur di atas danau. Tali luncur atau flying fox di telaga warna memang punya sensasi yang beda dibanding arena serupa di tempat lain. Disini pengunjung meluncur dari atas pohon, lalu melayang diatas danau vulkanik.

Di samping itu, pengunjung juga bisa trekking lebih ke dalam melewati jalur hutan yang rindang. Hawa dingin khas pegunungan Dieng, membuat trekking yang menempuh rute sekitar 2 Kilometer, tak begitu terasa melelahkan.


KERAJINAN KENDANG JIMBE OMZETNYA MENINGKAT

Posted: 26 Jul 2011 03:33 AM PDT



Alat musik kendang jimbe, merupakan alat musik tradisional asal Benua Afrika. Namun tidak banyak yang tahu jika alat musik jimbe, juga dibuat oleh sejumlah pengrajin di wilayah kabupaten Malang Jawa Timur.

Salah satunya adalah Tomi Sasongko, warga Desa Ngebruk, Sumber Pucung – Kabupaten Malang, yang nyaris tidak pernah sepi dari kesibukan produksi kendang jimbe, mulai dari proses pemilihan bahan kayu mahoni, pengukiran, pewarnaan, pemasangan kulit sapi dan kambing, hingga proses finishing.

Untuk membuat kendang, mula-mula batangan kayu Mahoni dibilah menjadi potongan kecil. Potongan kecil kemudian masuk dalam proses pembubutan untuk di bentuk menjadi Kendang untuk kemudian di haluskan dan dipercantik dengan Motif-motif yang lebih cantik dan menarik melalui motif ukir-ukiran seni. Bahan kayu Mahoni dan suara yang khas, ditambah berbagai variasi tampilan ukiran dan pewarnaan etnik, membuat pemasaran terus berkembang pesat.

Menurut tomi, setelah menggeluti usahanya selama 7 tahun terakhir, dengan berbagai cara, kini pasarnya telah mencakup Benua Asia, Amerika, Australia, Eropa dan Afrika. Bahkan khusus amerika dan afrika, merupakan pasar yang paling bagus.

Omzet perbulan di Viola Jimbe Shop, milik Tomi, mencapai 5 ribu buah jimbe, senilai 50 Juta Rupiah perbulan, sangat menggiurkan jika dilihat dari usaha yang berawal dari sebuah hobi.

Usaha ini bisa berkembang terus, sayangnya di saat order dan pasar terus berkembang, kini Tomi mengalami kesulitan dana permodalan.


 
Top