Berita 86 |
| Posted: 03 Aug 2011 02:59 AM PDT Pelataran Jalan A Yani yang berada di antara pasar di pusat Kota Lamongan Jawa Timur sejak awal Ramdahan kemarin disulap mejadi pasar dadakan. Disana sekitar 68 pedagang kaki lima menggelar dagangannya. Mereka menjual berbagai barang kebutuhan selama berpuasa. Siang itu yang menyengat menjelang waktu Dzuhur, Anshori, salah seorang pedagang di Pasar Ramadhan terlihat melayani dua orang ibu-ibu pembeli. Terjadi tawar menawar harga antara Anshori dan ibu-ibu itu yang kemudian di susul dengan ditebusnya dua bungkus kurma dagangannnya. Tak berapa lama kemudian seorang bapak-bapak datang. Tanpa menawar harga, dia langsung membawa pulang kurma seharga Rp 13 ribu dalam kemasan seperempat kilogram. Dia bersama saudaranya menggelar dagangan buah kurma. Buah yang seolah sudah menjadi menu wajib selama bulan puasa umat Islam tersebut. Berbagai jenis buah kurma digelar dalam lapaknya. Mulai kurma termurah yang dijual Rp 6 ribu perseperempat kilogram hingga yang termahal Rp 25 ribu perseperempat kilogramnya. Menurut dia, pembeli memang lebih suka membeli kurma dalam kemasan seperempat kilogram. Untuk kurma jenis Nagil dijual oleh Anshori Rp 6 ribu perseperempat kilogram dan jenis Golden Fail dijualnya Rp 7.500 perseperempat kilogram. Kemudian ada juga jenis Rabbi yang harganya Rp 13 ribu perseperempat kilogram. Sementara yang termahal adalah jenis Palem Fail dengan harga Rp 25 ribu perseperempat kilogram. Pasar yang dikoordinatori PD Pasar Lamongan bersama paguyuban PKL pasar tersebut akan digelar selama bulan puasa berlangsung. Selain buah kurma, banyak juga pedagang yang menjual kembang api dan kue-kue kering. |
| INLAY MEUBEL KHAS MADURA GO MANCANEGARA Posted: 03 Aug 2011 02:53 AM PDT ![]() Berbagai macam jenis seni ukir menjadi salah satu bentuk kekayaan negeri kita. Tak terkecuali seni ukir Meubel Inlay dari Bangkalan Madura, yang dibuat dari kayu jati bekas. Keunikan furniture ini, terletak pada irisan rotan, yang ditanamkan dalam pahatan ukiran, sehingga membentuk motif menarik, dan tentu saja unik. Seni ukir Meubel Inlay terbuat dari kayu jati bekas yang sudah tua. Kayu jati bekas tersebut dibeli dari warga yang kebetulan membongkar rumah dan hendak dibangun dengan yang lebih baru. Karena kayu bekas, kayu-kayu ini pun harus dibersihkan terlebih dahulu dari paku-paku yang tertancap. Dan selanjutnya dihaluskan. Barulah kayu jati bekas ini pun dipermak menjadi beragam bentuk meubel. Awalnya dilakukan pemahatan dengan berbagai macam model ukiran. Namun rata-rata berbentuk ukiran bunga. Nah, kemudian pada bekas pahatan ditanamkan batangan rotan, yang telah diserut tipis agar melekat kuat. Pengrajin Meubel Inlay asal Desa Pocong, Kecamatan Trageh, Nurrohman mengatakan, keunikan Meubel Inlay menjadi ciri khas gaya meubel Madura khas kota Bangkalan. Nama inlay berasal dari ucapan seorang turis manca negara, ketika melihat pertama kali seni ukir ini. Karena kagum sekaligus tidak percaya, turis tersebut bilang, its a lie. Nurrohman yang tidak mengerti bahasa Inggris, hanya tersenyum. Dan sejak itu pula, lontaran kalimat its a lie tersebut, berubah menjadi inlay, serta menjadi nama seni ukir baru ini. Awal usahanya pada tahun1994. saat itu ia mencoba mengumpulkan kayu jati bekas dari salah satu rumah kerabatnya, untuk dibentuk menjadi sebuah lemari. Bermodal keahlian melukis dan mengukir, Nurrohman mulai memberi sentuhan berupa gambar motif ukir. Namun, usahanya tidak berjalan lancar. Pasalnya, bahan yang digunakan untuk menggambar pada lemari buatannya, luntur. Ia memutuskan membuat ukiran menggunakan alat menyerupai pisau kecil yang disebut pahat kayu. Pahat inilah yang dijadikan 'pena' untuk mengukir dengan kedalaman mencapai dua milimeter. Menurut Nurrohman, seni ukir Meubel Inlay, haruslah dari kayu jati tua, meski itu bekas sekalipun. Hal ini dikarenakan, kayu jati tua sudah sangat kering dan tentu saja semakin kuat. "Di sinilah kelebihan dari meubel inlay yang selalu terjaga dan menjadi ciri khasnya", ujarnya. Selain dipasarkan secara lokal, hasil kerajinan meubel seni ukir inlay, juga mulai merambah ke Bali. Dari pulau Dewata itulah, meubel seni ukir inlay dipasarkan hingga ke Eropa maupun ke Amerika. Nurrohman mengakui, hasil kerajinan Meubel Inlay, memang rata-rata diserap oleh kalangan menengah ke atas, karena nilai jualnya yang cukup tinggi, yakni antara Dua Juta hingga Puluhan Juta Rupiah. Untuk satu set produk terdiri dari kursi dan meja tamu, ditawarkan seharga Lima Juta Rupiah. |
| You are subscribed to email updates from Berita 86 To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
