Berita 86


HAYATI MAKNA BULAN RAMADHAN MELALUI TADARUS BUDAYA

Posted: 23 Aug 2011 07:11 AM PDT



Komunitas pecinta seni di Gresik Jawa Timur, memiliki cara tersendiri dalam menghayati puasa di bulan suci Ramadhan. Mereka menggelar konser religi bertajuk Tadarus Budaya. Melalui kegiatan tersebut, para seniman berusaha menata segala yang tumbuh di alam, sebagai sumber kehidupan yang mengalir dan menjelma menjadi karya agar manusia tidak mati rasa.

Para seniman gresik yang tergabung dalam Cakrawala Gresik (Cager,) dalam memaknai bulan suci Ramadhan, menggelar Tadarus Budaya, di Aula Kementerian Pendidikan Nasional, Jalan Usman Sadar, Kota Gresik (22/08/2011.)

Dengan memanfaatkan limbah barang-barabf di sekitarnya, kantung plastik bekas, seng bekas, kentongan, dan rebana, mereka mengeksplorasikan kegalauan perasaannya, melalui sebuah musik yang ritmis dan magis, atraksi teater, hingga musikalisasi puisi.

Mereka meng-apresiasi-kan kegaluan hatinya, akan kehidupan anak-anak negeri, di tengah globalisasi teknologi dan informasi yang semakin menjauhkan mereka dari sifat sosial dan saling mengasihi.

Mereka juga prihatin dengan semakin jarang bayi yang disuapi Air Susu Ibu (ASI), karena kedua orang tuanya sibuk bekerja.

Karena itu, melalui Tadarus Budaya, para seniman gresik, menggelorakan kembali olah rasa, yang kian menipis, agar generasi muda tidak terseret bencana paling menakutkan yakni mati rasa.

Menurut para seniman, Tadarus Budaya sebagai sebuah refleksi para seniman gresik, dalam memaknai serta menghayati ibadah puasa di bulan Ramadhan, sebagai sumber kehidupan yang terus mengalir. "Teknologi telah menjauhkan anak-anak dari hidup bersosial dan berjemaah. Itulah realita yang kami lihat", ujar Jarir Sururi, salah seorang seniman.

Bagi para seniman Gresik, Tadarus Budaya, tidak sekedar pentas seni, tetapi sebuah refleksi tentang berbagai persoalan di negeri ini, agar manusia tidak mati rasa, di tengah, arus globalisasi teknologi dan informasi, yang masuk di segala sendi kehidupan.


SAYUR PARE, PAHIT TAPI MENYEHATKAN

Posted: 22 Aug 2011 10:08 PM PDT



Pernah merasakan sayur pare? Ya, rasanya yang pahit menjadi ciri khas sayuran ini. Namun di balik rasanya yang pahit, sayur pare di yakini menghilangkan berbagai penyakit termasuk penyakit liver.

Sayur ini biasa di sajikan di warung-warung makan di kota Bangli, Bali. Warga setempat, sayur pare merupakan salah satu menu yang cukup digemari. Pasalnya, mereka yakin dibalik rasanya yang pahit, sayur pare sangat baik untuk kesehatan. Bahkan pare juga diyakini mampu mencegah penyakit liver, kangker payudara termasuk juga menurunkan kadar gula di tubuh.

Untuk membuat sayur atau sambal pare, terlebih dahulu buah dibelah menjadi beberapa bagian, dan bijinya dibuang. Selanjutnya, kulitnya inilah yang diiris tipis-tipis, untuk mengurangi rasa pahit, sebelum dimasak irisan pare diremes-remes dengan air garam dan direndam sekitar 10 menit.

Sementara bumbunya, berupa irisan bawang merah, bawang putih serta cabe. Langkah selanjutnya, bahan bumbu tadi ditumis dan dicampur dengan irisan pare yang telah dibersihkan. Dalam pembuatan sayur sambal pare, Anda juga bisa menambahkan telor sesuai selera, agar rasanya lebih nikmat. Nah, sayur pare pun siap disantap.

Di samping di olah sebagai sayuran, pare bisa diolah menjadi aneka menu makanan termasuk lawar paya yang aromanya sangat enak yang disukai oleh banyak konsumen.


DARMALOKA, OBYEK WISATA KELUARGA YANG SEJUK

Posted: 22 Aug 2011 05:50 PM PDT



Obyek Wisata Darmaloka merupakan salah satu objek wisata yang ada di kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang menonjolkan keindahan panorama alam serta jernihnya air telaga. Tak heran jika ibyek wisata ini selalu ramai di kunjungi wisatawan di masa liburan baik liburan sekolah atau libu lebaran. Apalagi, telag yang jernih tersebut di huni ratusan ekor ikan yang di percaya warga sebagai ikan keramat.

Obyek wisata Darmaloka berada di Desa Darma Kecamatan Darma, berjarak ±10 KM ke arah selatan kota Kuningan. Sepintas obyek wisata ini tidak nampak seperti obyek wisata pada umumnya karena berada di sekitar pemukiman penduduk dan belum terkelola dengan baik.

Darmaloka, memiliki beberapa balong kramat. Diantaranya, Balong Ageung, Bangsal, Benunter, Kembang dan sumber air Cibinuang. Flora dan fauna di balong ini juga amat menarik, salah satunya ikan kancra bodas atau yang disebut dengan ikan "dewa".

Disekeliling balong ditumbuhi beragam pepohonan tropis rindang nan menyejukkan. Di komplek balong keramat ini terdapat makam Syekh Rama Gusti yang konon ditugaskan Wali Songo untuk menyebarkan Islam di daerah itu

Bagi para pengunjung yang datang berserta putra–putrinya disini disediakan tempat bermain bagi anak-anak berupa ayunan. Disamping itu, pengunjung juga bisa memberikan ratusan ikan keramat yang berada di kolam.

Tidak itu saja, segarnya udara di area wisata Darmaloka dan banyaknya pepohonan membuat suasana obyek wisata ini menjadi nyaman, ditambah lagi adanya kolam renang, kian menambah daya tarik tersendiri.

Para pengunung ini datang dari luar kuningan, seperti Cianjur, Bandung, Jakarta dan beberapa kota lainnya di Jawa Barat dengan Biaya masuknya cukup murah, hanya 3 Ribu Rupiah.

Keramian di Darmaloka ini terlihat jika memasuki hari libur seperti hari Minggu maupun libur Nasional. Biasanya jika memamuski libur sekolah, obyek wisata Darmaloka yang masih di kelola oleh pihak desa ini padat pengunjung. Untuk libur lebaran nanti, tak ada salahnya memilih Darmaloka sebagai tujuan wisata keluarga.


AYAM UNGKEP TRADISIONAL TEMPOE DOELOE, TANPA BAHAN KIMIA

Posted: 22 Aug 2011 04:49 PM PDT



Bagi anda yang tidak suka masakan dengan campuran bahan - bahan pengawet maupun bahan kimia, menu yang disajikan di sebuah warung di Jalan Jambon, Sleman Yogyakarta, nampaknya pas. Yakni ayam ungkep goreng, dengan daging ayam kampung, bumbu tradisional tanpa vetsin serta ditambah dengan nasi organik.

Menu ini sangat di gemari warga karena menggunakan resep penyedap rasa dari paduan bumbu tradisional, sehingga aman di konsumsi.

Cara membuat ayam ungkep cukup sederhana. Yakni bumbu - bumbu dan rempah-rempah, seperti bawang putih, pala, kunyit, garam, laos, jahe, gula semua dihaluskan. Daging ayam kampung yang sudah dibersihkan diolesi dengan bumbu yang sudah dihaluskan pula. Lalu didiamkan beberapa saat hingga bumbu meresap.

Kemudian santan diberi bumbu yang sudah dihaluskan dan ditambah daun jeruk dimasak hingga mendidih. Ketika santan sudah mendidih, daging ayam kampung yang sudah diolesi bumbu dimasukkan, dan dimasak hingga matang, kemudian ditutup sampai dingin, atau istilah jawanya diungkep.

Daging ayam kampung yang sudah di ungkep warnanya sedikit kekuning-kuningan. Daging ayam ungkep ini kemudian digoreng dan disajikan dengan sambal dan lalapan. Karena melalui proses diungkep tersebut maka bumbu dan rasa rempah-rempahnya meresap hingga ke dalam daging dan sangat terasa dilidah.

Ani Rahmani, sang pemilik warung mengatakan, ide awal pembuatan menu ayam ungkep ini berawal dari maraknya masakan yang menggunakan bahan pengawet dan vetsin. Oleh karena itu, Ani ingin menyajikan menu makanan dengan resep tempo dulu yang tidak pernah menggunakan bahan pengawet maupun vetsin. Dan ditemukan resep masakan ayam ungkep. "Ternyata, banyak warga yang suka", ujar Ani.

Harga setiap porsi ayam ungkep goreng di warung Ani Rahmani ini antara 8 Ribu sampai dengan 10 Ribu Rupiah. Dan yang lebih istimewa di warung ini, nasinya pun menggunakan beras organik.

Tak cukup sampai di sini, suasana tempoe doeloe juga lebih terasa di warung Ani Rahmani karena berada di tengah sawah. Waaw!!


 
Top